
Plastik di laut dan plastik di piring kita seringkali menjadi dua hal yang berbeda, tapi tidak banyak orang yang memikirkan bagaimana cara untuk mengelompokkannya. Kita sudah terlalu familiar dengan konsep “plastik” dan tidak menyadari betapa seriusnya dampaknya pada lingkungan.
Pertemuan Plastik di Laut
Menurut World Economic Forum, lebih dari 15 juta ton plastik yang digunakan setiap tahunnya tidak terpakai lagi dan masuk ke laut. Ini berarti bahwa perlahan-lahan, ratusan ribu hewan mara-mara kehilangan rumah mereka karena menangkap plasik yang dihancurkan oleh manusia. Pada tahun 2018 saja, lebih dari 100.000 hewan terbunuh akibat menelan plastik.
- Plastik merupakan salah satu penyebab utama kerusakan ekosistem laut.
- Plastik dapat berubah menjadi limbah yang sulit dipecahkan oleh proses alam dan akhirnya masuk ke dalam sistem hidup hewan laut.
Pertemuan plastik di laut bukanlah hal baru. Pada abad ke-19, kapur barus digunakan sebagai bahan bakar untuk memanaskan kapal-kapal yang lebih besar. Sampah kapur ini kemudian berubah menjadi polusi laut.
Pertemuan Plastik di Rumah Tangga
Plastik tidak hanya masuk ke laut, tapi juga kita pakai di rumah tangga kita setiap hari. Dari botol plastik sampah hingga tas yang kita gunakan sehari-hari. Kita semua tahu bahwa plastik di rumah tangga kita tidak dapat didaur ulang seperti logam atau kaca.
- Plastik di rumah tangga kita sangat sulit untuk didaur ulang.
- Penggunaan plastik yang berlebihan akan membuat sumber daya alam yang terbatas semakin jarang.
Membuat Perubahan
Plastik di laut dan plastik di rumah tangga kita tidaklah terpisahkan. Kita harus mengubah cara kita berpikir tentang penggunaan plastik setiap hari.
- Kita dapat memilih untuk menggunakan tas yang terbuat dari bahan alami seperti kain atau bambu.
- Penggunaan botol plastik sampah dapat digantikan dengan botol air yang dapat didaur ulang.
Setiap kali kita membeli barang, kita harus mempertimbangkan bagaimana cara mengurangi penggunaan plastik. Kita juga dapat menanam pohon atau sayuran di rumah kita untuk menghilangkan sampah organik dan berbagi sampah yang tidak terdaftar dengan komunitas lokal.
Ulangi dan Ulangi
Pertemuan plastik di laut dan plastik di rumah tangga kita tidaklah terpisahkan. Kita harus mengubah cara kita berpikir tentang penggunaan plastik setiap hari. Jika kita semua berpartisipasi dalam mengurangi penggunaan plastik, maka dampaknya akan dapat dilihat.
- Kita dapat mengurangi jumlah plastik yang masuk ke laut jika kita menggunakan tas yang terbuat dari bahan alami dan memilih untuk tidak membeli barang yang tidak perlu.
- Hal ini juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan.
Kita Tidak Sendirian
Plastik di laut dan plastik di rumah tangga kita tidaklah terpisahkan. Kita semua memiliki peran untuk mengurangi penggunaan plastik setiap hari.
- Kita dapat bekerja sama dengan komunitas lokal untuk mengembangkan program pengelolaan sampah yang lebih baik.
- Penggunaan teknologi seperti aplikasi dan sistem informasi juga dapat membantu meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga lingkungan.
Plastik di laut dan plastik di rumah tangga kita tidaklah terpisahkan. Kita semua memiliki peran untuk mengurangi penggunaan plastik setiap hari. Jika kita bekerja sama, maka dampaknya akan dapat dilihat.